Langsung ke konten utama

Kiat Sukses Artikel Bebas Plagiasi

Nur Laili Sadidah
STr. Keperawatan Lawang
sadidahnurlaili@gmail.com


Di era millennial ini banyak ditemukan berbagai teknologi hasil dari perkembangan IPTEK yang dapat memudahkan segala aktivitas yang dilakukan oleh manusia. Seiring dengan berjalannya kemajuan teknologi, internet juga ikut andil dalam menempuh perkembangan yang pesat. Di dunia informasi banyak terdapat pelanggaran pelanggaran yang mengakibatkan banyak kerugian dari semua pihak. Salah satu pelanggaran yang banyak ditemukan di dunia pendidikan yakni plagiarisme. Menurut Widyartono (2015 : 6) Plagiarisme merupakan suatu tindakan pengambilan sebagian atau seluruhnya karya atau ide dari orang lain untuk dijadikan sebuah karya yang seolah olah karya tersebut adalah miliki sendiri. Dengan kata lain plagiarisme adalah suatu bentuk pencurian ide yang dilakukan para akademisi untuk membuat suatu karya yang baru. Faktor terjadinya plagiasi di kalangan para akademisi yaitu sanksi yang diberikan pada plagiator relatif kecil (Utami, 2012 : 5) . Plagiarisme sering terjadi di kalangan mahasiswa untuk membuat suatu karya ilmiah atau artikel. Artikel merupakan salah satu bentuk  ragam ilmiah yang penulisannya berpedoman pada suatu aturan dan menggunakan bahasa yang jelas,padat, dan tidak berbelit-belit (Widyartono, 2015 :4).
Tindakan plagiarisme pada suatu karya ilmiah merupakan tindakan kriminal yang menyebabkan kerugian dari berbagai pihak yakni pihak penulis maupun pihak plagiator. Menurut Lako (2012: 3) terdapat beberapa jenis plagiarisme yakni plagiarisme total (seluruhnya),plagiarisme parsial (sebagian),auto plagiasi, dan plagiarisme antar bahasa (terjemahan). Tindakan plagiarisme yang dilakukan terus menerus ini akan membuat integritas seseorang menurun dan karya yang dibuat tidak akan dipercaya oleh pembaca. Para akademisi sebelum membuat suatu karya dibutuhkan suatu pengetahuan tentang etika penulisan karya ilmiah yang mencakup penulisan yang baik dan benar. Baik dalam hal ini berarti karya ilmiah harus sesuai dengan etika penulisan dan benar yakni karya tersebut harus sesuai dengan kaidah bahasa yang tepat (Wiyartono, 2015 : 1). Dalam hal ini dibutuhkan referensi yang beraneka ragam guna menghindari proses plagiarisme didalamnya.
Cara untuk menghindari adanya plagiarisme dalam karya ilmiah yang dibuat yakni  pertama mencari referensi sebanyak banyaknya dengan referensi yang terpercaya. Referensi yang terpercaya dapat diakses melalui artikel atau bisa mengutip di dalam suatu jurnal penelitian. Kumpulan artikel dan jurnal ini dapat diakses melalui google scholar, researchgate,DOAJ, dan garuda ristekditi. Hindari mengutip dalam sebuah blogspot ataupun wordpress yang belum dapat dipastikan keotentikannya. Kedua yakni mempelajari cara mengutip kutipan langsung dan tak langsung. Kutipan langsung dan tak langsung ini dapat membantu penulis untuk mengutip sebagian bahasan dari sebuah artikel yang dikutip. Ketiga yakni tulis nama pengarang, tahun, dan judul artikel atau jurnal yang dikutip lalu tulis dalam daftar rujukan dengan struktur rujukan yang benar sesuai APA,Chicago, maupun MLA. Kemudian setelah artikel berhasil dibuat, jangan lupa untuk mengecek kadar plagiarisme dari artikel tersebut dalam smallseotools.com/plagiarism-checker (Widyartono, 2015 : 6). Pada aplikasi tersebut terdapat presentase kadar plagiarisme dari artikel yang dibuat, jika terdapat sebuah plagiasi yang dilakukan maka segera diperbaiki dengan mengganti kata kata yang baru ataupun merinci alamat kutipan.


Daftar Rujukan
Widyartono,Didin. (2015). Panduan Menulis Karya Ilmiah di Pergurusn Tinggi. Malang : Universitas Negeri Malang.
Widyartono,Didin. (2015). Implementasi Pindai Plagiasi Secara Sambung Jaring Pada Karya Tuli Ilmiah Siswa SMA. Halaman : 1-6. Diakses tanggal 7 Oktober 2018
Widyartono,Didin. (2015).Model Pembelajaran Menulis Kutipan Berbasis Blended Learning. Halaman: 3-4. Diakses tanggal 7 Oktober 2018
Utami Dewi,M. (2012).Menemukan Ide Tulisan.Halaman : 5. Diakses tanggal 9 oktober 2018
Lako, A. (2012). Plagiarisme Akademik. Semarang. Harian Jawa Pos Radar Semaran. Dalam (http://storage.kopertis6.or.id/ARTIKEL%20PLAGIARISME%20AKADEMIK1.pdf.) diakses tanggal 9 Oktober 2018

Komentar

Postingan populer dari blog ini

INDONESIA TAK LAGI BERBAHASA

NAMA : NUR LAILI SADIDAH S.Tr KEPERAWATAN LAWANG Bahasa Indonesia adalah bahasa persatuan Bangsa Indonesia yang mana salah satu fungsinya yakni sebagai alat pemersatu bangsa Indonesia. Dahulu Bahasa Indonesia memiliki kedudukan yang tinggi hingga pembentukannya membutuhkan perjuangan yang keras dan dengan waktu yang lama. Namun di era millennial ini, banyak generasi muda yang tak lagi memiliki rasa cinta dan rasa memiliki terhadap Bahasa Indonesia. Hingga saat ini Indonesia sedang mengalami goncangan besar karena Indonesia tak lagi menghadapi negara asing namun generasi mudalah yang menjadi pengancam bagi keutuhan Bangsa Indonesia. Seperti yang pernah dikatakan Ir. Soekarno yakni “ perjuanganku lebih mudah karena melawan penjajah, tetapi perjuangan kalian lebih berat karena melawan saudara sendiri”. Ironisnya, pemuda saat ini lebih bangga menggunakan bahasa asing yang sering kali disebut dengan bahasa gaul daripada menggunakan Bahasa Indonesia. Entah bagaimana jalan pikiran pa...

Asuhan Keperawatan Anak dengan Gangguan Perilaku ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder)

Nur Laili Sadidah STr. Keperawatan Lawang sadidahnurlaili@gmail.com Abstrak Attention Deficit Hyperactivity Disorder merupakan suatu gangguan kejiwaan yang membuat seseorang melakukan sikap yang abnormal dibandingkan dengan anak pada umumnya. Penyakit ini akan berkembang terus menerus hingga anak tumbuh menjadi dewasa. Gangguan perilaku ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder) merupakan gangguan neurobehavioral yang menyebabkan kurangnya kemampuan untuk memusatkan perhatian termasuk peningkatan distraktibilitas dan kesulitan untuk mempertahankan perhatian, kesulitan mempertahankan kontrol impuls, overaktifitas motorik dan kegelisahan motorik. Faktor- faktor yang dapat menyebabkan ADHD yakni faktor genetik, faktor lingkungan, dan factor neuroanatomi. Penyakit ADHD ini dapat ditanggulangi yakni dengan pengobatan intensif, komunikasi interpersonal,senam otak, hingga pengajaran edukasi yang menyenangkan. Para penyandang ADHD tidak sepantasnya untuk dijauhi karena anak tersebu...